perkembangan dan peradaban intelektual, sains,teknologi dan astronomi era dinasti abasiyah

     Perkembangan dan peradaban (Intelektual. Sains, Teknologi dan astronomi) era dinasti Abbasyiyah.

 

        Kota Baghdad dijadikan sebagai kota pintu terbuka, artinya siapapun boleh memasuki dan bertempat tinggal , sehingga semua bangsa yang menganut berbagai agama dan keyakinan ias bermukim. Baghdad menjadi kota internasional yang sangat ramai dan didalamnya berkumpul berbagai iase : Arab, Turki, Persia, Romawi. Qibthi dan sebagainya.
        Sehingga ias dikatakan, bahwa upaya perluasan daerah kurang begitu diperhatikan akan tetapi dibidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan terjadi kemajuan yang pesat, dengan ditandai munculnya para ilmuwan/cendekiawan dan ulama’ yang terkenal seperti : Ibnu Sina, Al Ghozali, Al Farabi, Imam Syafii, Hanafi, Hambali, Imam Maliki, Ibnu Rusydi dan lain-lain . Ada beberapa faktor yang memengaruhi perkembangan peradaban pada masa Dinasti Abbasyiyah :

1.      Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dan bangsa-bangsa lain

         Terjadinya asimilasi antara bangsa Arab dan bangsa-bangsa lain yang lebih dulu mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Pada masa pemerintahan Kekhalifahan Abbasiyah, banyak bangsa non-Arab yang masuk Islam dan memberi warna baru dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Contohnya bangsa Persia berjasa dalam perkembangan ilmu filsafat dan sastra serta pengaruh budaya India yang terlihat pada bidang kedokteran, matematika, dan astronomi.

2.      Gerakan penerjemahan yang berlangsung dalam tiga fase

        Fase pertama pada masa Khalifah al-Mansur hingga Harun ar-Rasyid. Pada periode ini yang diterjemahkan adalah karya-karya dalam bidang astronomi dan mantik (logika). Fase kedua berlangsung sejak masa Khalifah al-Ma’mun hingga tahun 300 H. Buku-buku yang diterjemahkan adalah buku dalam bidang filsafat dan kedokteran. Fase ketiga berlangsung setelah tahun 300 H, terutama setelah adanya pembuatan kertas. Bidang-bidang ilmu yang diterjemahkan pun semakin beragam, mengikutiperkembangan.
        Pada masa Dinasti Abbasyiyah ada beberapa ilmuwan ilmuwan Muslim yang berkembang di masa tersebut diantaranya ada
Ibnu Jarir at-Tabary, Ibnu Atiyah al-Andalusy, As-Suda, Mupatil bin Sulaiman, dan Muhammad bin Ishak ( Ilmu Kalam), Al-Kindi, Ibnu Sina, Al-Farabi, Ibnu Rusyd, Abu Bakar Ibnu Tufail, Al-Ghazali, dan Abu Bakar Muhammad bin as-Sayig (Ilmu Filsafat), Imam Bukhori, Imam Muslim, Imam Abu Dawudh, Imam Tirmidzi dan Imam Nasa’i ( Ilmu Hadist), Imam Syafi’i, Imam Hanafi, Imam Maliki dan Imam Hambali ( Ilmu fiqh), Wasil bin Ata’, Abu Hasan al-Asy’ari, Imam al-Ghazali, Abu Huzail al-Allaf, dan Ad-Dhaam ( Ilmu Kalam), Al Gazali, Al-Qusyairy, dan Syahabbudin ( Ilmu Tsawuf), Ibnu Jarir at-Tabary, Khatib Bagdadi, Ibnu Hayyan, Ibnu Batutah, dan Ibnu Khaldun ( Ilmu Tarikh).

         Ibnu Sina, dikenal sebagai bapak dokter Islam Jabir bin Hayyan dikenal sebagai bapak kimia Ar-Razi, karyanya berjudul al-Hawi yang membahas tentang campak dan cacar (Ilmu Kedokteran) , Al-Muqaddasy, Yaqut al-Hamawy, dan Ibnu Khardazabah ( Ilmu Geografi), Sibawaihi, Muaz al-Harra’, dan Al-Kisai ( Ilmu Bahasa), Ibnu Haitam: ilmuwan muslim pertama yang mengubah konfigurasi Ptolomeus. Abu Ishaq az-Zarqali: menemukan bahwa orbit planet adalah edaran eliptik, bukan sirkular. Ibnu Rusyid: ilmuwan yang menentang paham astronomi oleh Ptolomeus. Ibnu Bajjah: yang mengemukakan gagasan adanya galaksi Bimasakti ( Ilmu Astronomi), Al-Khawarizmi: penemu angka nol dan dikenal sebagai Bapak Aljabar Umar bin Farukhan, Banu Musa ( Ilmu Matematika).

Selama masa pemerintahannya, Kekhalifahan Abbasiyah menerapkan pola pemerintahan yang berbeda-beda, sesuai perubahan politik, sosial, dan budaya. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah berhasil menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sistem militer, sistem fiskal,interregnum,pembangunan peradaban era umar bin abdul aziz

sistem peradilan, perkembangan intelektual, bahasa dan sastra arab dan pergantian kepala negara